Beberapa bulan yang lalu, saya berada dalam kondisi yang haus akan sesuatu. tetapi bukan air yang mampu memuaskan rasa haus saya saat itu. Saya paham, bahwa apa yang kita lihat dan kita dengar, mampu mempengaruhi cara berpikir kita.
Saat itu saya haus akan sesuatu yang bisa dikatakan, motivasi untuk diri saya. Saya akhirnya mencoba mencari di youtube, walau gak tau pasti akan dapat atau bahkan mungkin enggak dapat sama sekali.
Scroll dan scroll, akhirnya koq ketemu video yang menarik hati saya, tentang Dewi Sandra.
Sebagai generasi 90an, saya mengenal Dewi Sandra ketika saya masih SMA ya, I knew her at that time, sebagai penyanyi, aliran RnB kalau saya tidak salah. Saat itu selain musik Pop, kalau gak Ska ya RnB.
Yup.
Hanya sekedar tau, karena ya saat itu kami, generasi 90an cuma terbagi 2 saja, penyuka musik Barat atau Indonesia :)
Singkatnya, saya menyimak podcast itu dan.... saya menemukan sesuatu yang berharga. Sebuah pembelajaran hidup. Sebuah motivasi untuk saya. Katakanlah saat ini gen Z sangat mengagungkan GOOD LOOKING lah ya. Well, I can say, orang yang good looking aja mau lho memperbaiki dirinya, gimana pula yang gak good looking?
Well, gini ya, konteks memperbaiki diri itu berbeda beda tiap individu, karena permasalahan kita juga beda kan. Tapi yang pasti, yang namanya memperbaiki diri itu ya menuju ke pribadi yang lebih baik jika dibandingkan dengan pribadi yang sebelumnya.
Saya jadi teringat ketika PPG di Universitas Negeri Malang, 2018 lalu. Saya Alhamdulillah memiliki rekan rekan sekelas yang mayoritas religius. Selama menjadi teman sekelas mereka, saya mengamati dan banyak belajar. Bahkan saya, di titik tertentu saat itu, jadi sadar, saya belum apa apanya jika dibanding mereka. Saya jadi meneladani mereka.
Ada satu teman saya, yang usianya beberapa tahun diatas saya, bolehlah ya saya memanggilnya "mbak Y". Nah, mbak Y ini, pas di perkuliahan PPG kan, istirahatnya pas jam sholat zuhur ya, saya mengamati, koq kalau tiap jam 9 pagi, dia permisi ke Dosen. TIAP HARI. Pertama saya pikir, ah, paling ke toilet. Tapi waktu yang dia gunakan sampai kembali ke kelas itu, lebih kalau cuma untuk ke toilet. Saya penasaran (maaf mbak hehehe) saya ngikut dong pas hari ke 3 kalau gak salah. Saya menyusul dia permisi. Nah, ternyata dia berwudhu. Terus ke turun tangga ke musholla FMIPA.
Dia sholat Dhuha.
Satu amalan yang saat itu gak saya pikirin lagi saking sok sibuknya ngerjain tugas perkuliahan PPG. Malu, saya malu sama Allah SWT, sesibuk apa rupanya saya???
8/7/2022
NKarina

Tidak ada komentar:
Posting Komentar